Headlines News :

    Ratusan Wartawan dan Mahasiswa Demo Kejari Idi Rayeuk


     ACEH TIMUR - Ratusan Wartawan dan Mahasiswa  Berunjuk Rasa Di Kantor kejaksaan negeri (Kejari) Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, pada selasa (20/5/2014) pukul 14:00. 


    Aksi demo tersebut dilakukan karena salah satu oknum petugas kejaksaan negeri  diduga melanggar UU pers no 40 tahun 1999 pasal 4 ayat 2 dan 3 tentang kebebasan pers.


    Hal tersebut terjadi, saat beberapa rekan jurnalis ingin melakukan konfirmasi terkait dugaan pemerasan yang dilakukan seorang oknum Jaksa yang diduga meminta sejumlah uang terhadap terpidana kasus ganja sebesar Rp. 20 Juta.


    Dalam aksi ini wartawan dan mahasiswa menuntut PLH Kajari Idi dicabut jabatannya dan disekolahkan kembali agar memahami Undang-Undang Pers dan meminta PLH kajari Idi harus meminta maaf pada wartawan dan Dewan Pers atas sikapnya.


    Maulidin, salah satu koordinator aksi dari mahasiswa menyatakan, bahwa aksi yang dilakukan tersebut adalah bentuk perlawanan dalam pembodohan salah satu oknum petugas kejaksaan yang melarang dan menghambat kenerja pers.


    "Aksi unjuk rasa kami lakukan dalam bentuk dukungan mahasiswa terhadap kenerja rekan-rekan jurnalis, menolak suatu pembodohan hukum kepada masyarakat awam," kata Maulidin.


    Pantauan Acehonline.info di lokasi, ratusan mahasiswa dan wartawan mendobrak pintu pagar kejaksaan dan masuk ke halaman kantor sambil berorasi dan bersorak-sorak agar kepala PLH tersebut keluar. 


    Merasa tak direspon, para pengunjuk rasa melemparkan telor dan air mineral ke dinding dan pintu kantor kejaksaan.


    Unjuk rasa damai dijaga ketat pihak Kepolisian Resort Aceh Timur, agar para pendemo tidak melakukan hal-hal yang anarkis dalam melakukan aksi dan orasinya.(ilham zulfikar)



    Dari 'Jalanan', Ahok Ingin Menata Pengamen di Ibu Kota


    Jakarta - Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyatakan dia tidak ingin lagi ada razia untuk penanganan PKL dan pengamen. Ahok, begitu dia biasa disapa, menyatakan usulnya untuk 'melegalkan' pekerja informal tersebut namun tetap diatur agar tidak semerawut seperti sekarang.




    “Kita ingin mereka diakomodir, karena seperti di Singapura atau di Paris juga ada PKL di depan toko-toko. Kita maunya mereka tetap bisa beraktivitas tapi mesti diatur. Kita lagi cari bagaimana caranya supaya bisa lebih teratur,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).



    Cara pengaturannya, dia mencontohkan, yakni dengan membuat areal khusus berjualan di taman-taman. Bisa juga di tepi jalan di kawasan tertentu. Ahok ingin meniru kawasan Orchad Road di Singapura yang banyak diisi oleh PKL.



    “Nanti tiap wilayah dibikin taman yang punya areal untuk PKL. Karena kita tidak bisa lagi menutup mata untuk pekerja sektor informal itu,” ujarnya.



    Hal ini disampaikan Ahok usai menonton film 'Jalanan' bersama jajaran birokrat di lingkungan Pemda DKI Jakarta, yang digelar di ruang Balai Agung, Balai Kota. Film itu berkisah tentang tiga pengamen yang berjuang mengarungi kehidupan di Ibukota.



    Salah satu adegan film mengisahkan Ho, salah satu pemain utama ketika dirazia oleh dinas sosial. Di panti rehabilitasi dinsos, pengamen tersebut bertemu banyak pengamen lain korban razia, dari usia anak-anak hingga orang tua. Adegan itu ternyata sangat berkesan bagi Ahok.



    “Saya enggak mau ada pendekatan razia kayak tadi. Tidak ada lagi satgas-satgas kayak tadi. Mereka harus dijangkau dengan ngobrol, biar enggak ada lagi yang dipenjara kayak tadi di film. Ini sangat menyedihkan,” kata Ahok dengan mata berkaca-kaca.
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Gerbang Raja - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger